Minggu, 27 Januari 2019

Kesepian itu...


Kesepian?
Suatu perasaan yang tidak dipedulikan oleh orang lain? Right?
So, seseorang yang berada dalam keramaian tetapi merasa sendiri itu kesepian?

Kesepian?
Suatu perasaan yang sering merasa tidak disayangi orang disekitarnya? Right?
So, seperti orang yang kurang perhatian itu kesepian?

Kesepian?
Menurutku itu kesalahan orang-orang disekitarnya.
Dia merasa tak pernah disayangi, merasa sering tak diperdulikan apalagi dihargai walaupun dia selalu berusaha agar mendapatkan kepedulian orang-orang. Dia seperti seekor semut yang berada ditengah-tengah pusat perbelanjaan kota. Orang-orang tak menganggap dia ada bahkan tak melihatnya. Mungkin itu yang dirasakan orang kesepian.

Oke,
Hargailah semua orang yang berada disekitarmu. Karna gak selamanya dia ada disekitarmu.
Nikmati setiap waktu dengannya. Karna mugkin esok atau lusa kamu bisa merasa kehilangannya.
Hari ini juga harusnya kamu sadar. Gak selamanya dia akan menunggu perhatian darimu.
Saat kaki nya mulai melangkah pergi, kamu cuma bisa terdiam melihatnya.
Saat dia benar-benar sudah pergi jauh bahkan takkan pernah kembali, kamu hanya bisa menahannya dan berkata "Jangan pergi! Sebenarnya aku membutuhkan kehadiranmu!"
Tapi mungkin dia hanya akan melihat sekilas tanpa ada senyuman bak saat kamu tak merasa kehadirannya :)

Minggu, 20 Januari 2019

Kontroversi Diri(?)


"Hei nyonya-nyonya disana! Bisakah duduk dan sedikitkan bicaramu, bak bidadari bidadari surga yang sedang menunggu pangerannya?" Kataku dalam hati.

Sisi lainku bilang, "katakan saja kepada mereka!"
"Aku tak mampu, aku terbiasa untuk tidak mencari masalah. Huh! Apalagi dengan nyona nyonya itu." Aku tak paham, dihatiku seperti ada perdebatan.


"Apakan tuan-tuan tak heran melihat nyonya seperti itu?" Kataku kepada sekumpulan pria.
Tuan-tuan itu bilang, "Kami heran, tapi kami maklum. Kami paham kodrat itu."
"Aku salut dengan tuan tuan. Rasa memaklumkan mereka cukup tinggi. Huh! Tak sepertiku." Aku hanya menggerutu dalam hati.

Pernah sesekali aku sengaja berjalan kearah nyonya nyonya itu. Dan GUBRAKKK!! sudah kuduga! Ada orang yang mereka jadikan topik. Astaghfirullah, udah berapa banyak ya? Ah tidak tidak! Tak boleh ada pertanyaan tentang itu dan tidak boleh ada pernyataan!

"Aku tak mau menjadi sesosok yang sok suci dengan menghakimi satu pihak." Hatiku tak henti berbicara tidak, tidak dan tidak.


Tak lama, terlintas dibenakku. "Apa iya aku pernah menjadi topik mereka?"

"Ah! Sudah kukatakan. Jangan ada pertanyaan dan pernyataan!" Lagi lagi ada yang menyaut.
Apa aku harus seperti tuan tuan ituya? Mereka paham atas kodrat itu. Pikirku.


Waduh! Aku salah! Seharusnya aku tidak mencoba mendengarkan!

Eh tidak! Aku disini ingin mencari tau benar atau tidak apakah aku pernah menjadi topik mereka.

Ada sebab, ada akibat.

Kemarin, dua orang nyonya berselisih denganku. Mereka berbicara berdua tetapi ke arahku.
"Eh, baik rupanya dia. Semalam aku dibantu dia" kata salah seorang nyonya sambil tersenyum padaku.
Waduhh!! Ada satu kata yang otakku langsung menyerapnya begitu cepat. Terngiang dikepalaku "Rupanya".

"Apa yang sebelumnya telah kalian nilai dari aku nyonya-nyonya? Apa iya aku seburuk yang nyonya pikirkan? Apa iya aku orang yang jahat tak pernah beri kebaikan di kehidupan nyonya sementara kita sudah lama mengenal? Apa iya? Apa iya?" Otakku terus berfikir.

Ah! Ini yang tak kuinginkan! Otakku terlalu keras bepikir.

Aku jadi terus berpikir siapa aku, kenapa aku, mengapa aku ini, apa iya aku seperti yang nyonya-nyonya itu pikirkan?

Ku coba untuk tenangkan diriku dan ku coba untuk mencari nilai baik dari ini semua.


Mungkin ini cara Allah agar aku mengintropeksi diri, mencari kesalahan dalam diriku yang selama ini takkusadari. Aku harus belajar seperti tuan-tuan itu, mencoba memberi banyak maklum kepada orang-orang sekitarku tak hanya dengan nyonya-nyonya itu.
Pikir positif sajalah, pikirku. Aku harus berterimakasih kepada nyonya-nyonya itu, sebab mereka yang membuatku jauh lebih baik dari sebelumnya😊.

Jumat, 11 Januari 2019

Aku? Kamu?


Jika ingin menangis,
Maka menangislah untuk hilangkan perih itu..

Jika ingin tertawa,
Maka tertawalah untuk hidupkan dunia ini..

Jika ingin marah,
Maka marahlah untuk hanguskan emosi itu..

Jika ingin teriak,
Maka teriaklah untuk hanyutkan dendam dihati..

Lakukanlah semua senyamanmu..
Biarkanlah begini..
Aku adalah aku, kamu adalah kamu..
Tak bisa kau gantikan. Pun dengan aku.

Biarkan aku bahagia..
Didalam imajinasi-ku sendiri..

Kamis, 30 Agustus 2018

Penampilannya...


Halo,
Kali ini aku akan menuliskan sesuatu yang menurutku ini penting. But, I don't know what about you.

Ini tentang seseorang dengan penampilannya dan orang lain dengan pemikirannya.
Aku sering mendengar seseorang berkata didepan khalayak, "kok pakai yang ini sih? inikan gak matching." atau "Kayak ga ada pakaian lain aja yang bisa dipakai." atau "Liat itu si fulan kan cakep kayak gitu." atau... atau... atau...
Okay, Stop It!

Disini aku akan "mencoba" membuka pikiran kalian dan "mencoba" menenangkan pikiran kalian.

Didunia ini banyak hal yang kita tau pun yang kita tidak tau.
Jangan jadikan diri kita seseorang yang seolah-olah tau akan itu.
Jangan pula kita menjadi seseorang yang ingin orang lain memiliki pemikiran yang sama dengan kita.
No, You can't do it!

Okay, berhenti berkata kalimat-kalimat yang bisa menjatuhkan kepercayaan diri orang lain. Apalagi didepan khalayak.
Biarkan dia menjadi dirinya sendiri dengan bagaimana nyamannya dia. Atau, jikalau memang hal tersebut sangat perlu ditegur, silahkan. But, not in front of others.
Pikirkan sebelum berbicara dan jadilah seseorang yang berpikir dari banyak sisi.

Dan buat kamu yang pernah menjadi "korban",
Jangan takut berpenampilan berbeda, tetaplah jadi dirimu sendiri, lakukan hal ternyamanmu selagi itu tidak mengganggu kehidupan orang lain.
Karena kita hidup bukan untuk menyenangkan orang lain melainkan untuk menyenangkan diri kita sendiri.


"Jangan memaksakan perspektif pribadi dalam urusan dunia. Karena nyamannya dirimu belum tentu nyamannya bagi mereka."


Be Yourself and Keep Shining like Himawari!^^

Senin, 04 Juni 2018

Himawari

Himawari?

Kamu seperti himawari.
Himawari yang dilihat dari kejauhan.
Walaupun jauh, terlihat kecil, tapi orang-orang pasti tau kalau itu adalah "Himawari"
Walaupun tak banyak pergerakan, tetapi ia tetap disukai.
Walaupun himawari hanya bunga, tetapi ia menebarkan banyak manfaat.
Kalau siang, himawari dengan gagahnya mengikuti arah cahaya matahari. Kalau malam, himawari merunduk untuk menunggu kembalinya matahari.
Walaupun tidak romantis seperti mawar, tetapi ia selalu setia dengan matahari.

Jumat, 18 Agustus 2017

Kotak Rindu


Rindu ini berat
Memperhatikanmu dari jauh,
Melihatmu tanpa bicara,
Itu memilukan.

Rindu ini berat
Kaku tangan ini menulis rasa rindu padamu
Tak sanggup rasa ini untuk menemuimu
Gugup bibir ini memulai perbincangan denganmu

Tak bosan rasa rindu ini menggodaku.

Bisakah mencintaimu tanpa kenal rindu?

Sabtu, 18 Februari 2017

Senjaku

Tak terhitung sudah berapa senja yang aku lewati.
Hanya ada aku, kau dan kita dalam imajinasiku disetiap senja.

Tentang semua rasa yang tersimpan.
Tersusun rapi dilaci-laci hati ini.
Rasa yang berhenti mencari,
Rasa yang tak mungkin terbagi.
Jujur saja, aku tak ingin rasa ini pergi.
Biarkan kusimpan ini.

Terimakasih sudah membuatku bahagia karena adanya "kita" didalam imajinasiku.
Ini, Senjaku satu lagi tentangmu.